Sabtu, 30 Desember 2023

Antimacet-macetan, 5 Rekomendasi Destinasi Merayakan Tahun Baru 2024 Penuh Ketenangan di Indonesia!


BeritaTravell77 - Libur akhir tahun dimanfaatkan oleh banyak orang untuk berwisata. Akibatnya banyak destinasi wisata membeludak pengunjung hingga menimbulkan kemacetan. Namun, ada sederet tempat wisata populer yang menawarkan ketenangan tanpa macet untuk liburan tahun baru.


Merayakan tahun baru bisa jadi momen menikmati pengalaman anti-mainstream tanpa hiruk-pikuk macet-macetan. Maka pilihlah destinasi wisata yang tak begitu ramai sehingga Anda bisa sekalian healing atau melepas stres sambil membuat resolusi untuk 2024.

Anda akan menjelajahi cara baru untuk merayakan momen spesial ini tanpa terjebak dalam keramaian yang biasa. Ada berbagai destinasi unik di Indonesia yang ideal untuk menyambut tahun baru antimacet.


Berikut beberapa rekomendasi destinasi wisata antimacet yang pas buat menikmati ketenangan saat libur tahun baru.


1. Labuan Bajo

Labuan Bajo di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur merupakan satu dari lima Destinasi Super Prioritas yang sedang dikembangkan pemerintah. Sangat cocok untuk tempat merayakan tahun baru.



Labuan Bajo menjadi gerbang utama menuju Taman Nasional Komodo, tempat yang menyimpan keindahan alam yang luar biasa dan hewan purba yang terkenal di seluruh dunia.


Mulai dari komodo yang hanya ada di Pulau Rinca dan Pulau Komodo, pulau-pulau eksotis yang tersebar, keanekaragaman hayati bawah laut yang menakjubkan, hingga pantai-pantai yang memukau, semuanya dapat Sobat Pesona temukan dengan memulai petualangan di Labuan Bajo.


2. Kampung Adat Wae Rebo

Wae Rebo adalah desa wisata adat di Kampung Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur. Dikelilingi oleh beberapa bukit yang berjajar, desa ini menciptakan kesan terisolasi.


Desa ini terkenal karena memiliki tujuh rumah adat yang berbentuk lumbung kerucut yang disebut Mbaru Niang, yang menjadi ikon utama Wae Rebo. Pada 2021, Wae Rebo secara resmi diakui sebagai warisan budaya dunia. Pengakuan ini diberikan karena rumah adat Mbaru Niang di desa Wae Rebo dianggap sangat langka. SAHABATQQ


3. Kampung Adat Bena

Kampung Bena adalah salah satu perkampungan megalitik yang berlokasi di Desa Triwuriwu, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Kampung ini memiliki satu pintu gerbang sebagai akses masuk dan keluar.


Di tengah-tengah kampung terdapat bangunan khusus yang dikenal sebagai bhaga dan ngadhu. Ngadhu melambangkan nenek moyang laki-laki, sementara Bhaga melambangkan nenek moyang perempuan.


4. Danau Kelimutu

Danau Kelimutu terletak di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Danau ini terbagi menjadi tiga bagian sesuai dengan warna airnya, yaitu merah, biru, dan putih. Dinding kawah Telaga warna Danau Kelimutu sangat curam, dengan kemiringan mencapai 70 derajat.


Keunikan danau ini tidak hanya terletak pada tiga warna airnya, tetapi kawah danau juga sering berubah warna. Pengunjung lokal atau domestik diharuskan membayar biaya masuk sebesar Rp5.000 per orang untuk menikmati objek wisata ini.



5. Pulau Sumba

Wilayah yang disebut sebagai Negeri Seribu Bukit ini terletak di Nusa Tenggara Timur. Luas wilayahnya mencapai sekitar 10.710 km2, dengan titik tertinggi berada di Gunung Wanggameti sekitar 1.225 meter di atas permukaan laut.


Pulau Sumba memiliki lanskap yang didominasi oleh padang rumput dan kekayaan hayati yang beragam. Keindahan pulau yang eksotis menjadi daya tarik wisata di wilayah ini. DOMINO99


Sumba berbatasan dengan Flores di timur laut, Timor di timur, Sumbawa di barat laut, dan Australia di selatan dan tenggara, dipisahkan oleh Selat Sumba. Pulau ini juga memiliki beberapa bukit yang menonjol, seperti Bukit Wairinding, Bukit Tenau, dan Bukit Mondu.



Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © BeritaTravel | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com